Rabu, 16 November 2011
belajar membuat blog
hari ini saya belajar membuat blom oleh pak trisnohttp://trisnosubekti.comdi STIKes dhb
Minggu, 13 November 2011
askep kolik renal
Kolik renal (batu sal kemih)
Definisi
Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi.
Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih).Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).
Gejala
Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah.
• Pegal-pegal / nyeri pada pingang yang dapat menjalar ke perut bagian depan, lipatan paha hingga kemaluan.
• Buang air kecil berdarah
• Buang air kecil berpasir
• Nyeri pada saat buang air kecil
• Kadang-kadang disertai demam
Penyebab
• Kurang minum
• Diet banyak mengandung kalsium atau oksalat
• Kadar asam urat darah yang tinggi
• Sumbatan pada saluran kemih
• Riwayat keluarga menderita saluran kemih
• Pekerjaan banyak duduk/kurang aktifitas
• Faktor lingkungan
Diagnosa
Batu yang tidak menimbulkan gejala, mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis).
Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas.
Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil.
Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti.
Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu.
Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd.
Mencegah
• Minum banyak air (8-10 gelas sehari), dengan demikian urine menjadi lebih encer sehingga mengurangi kemungkinan zat-zat pembentuk batu untuk saling menyatu. Dengan minum banyak, air seni biasanya berwarna bening, tidak kuning lagi.
• Minum air putih ketika bangun tidur di subuh hari. Hal ini akan segera merangsang kita untuk berkemih, sehingga air seni yang telah mengendap semalam terganti dengan yang baru.
• Jangan menahan kencing, kecing yang tertahan dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat, atau terinfeksi saluran kemih. Urine yang pekat dan infeksi saluran kemih merupakan faktor pendukung pembentukan batu.
• Pola makan seimbang, berolahraga, dan menjaga berat badan agar tetap ideal.
PENGOBATAN
Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati.
Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu; jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera.
Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih.
Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih.
Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan.
Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.
Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi.
Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih).Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).
Gejala
Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah.
• Pegal-pegal / nyeri pada pingang yang dapat menjalar ke perut bagian depan, lipatan paha hingga kemaluan.
• Buang air kecil berdarah
• Buang air kecil berpasir
• Nyeri pada saat buang air kecil
• Kadang-kadang disertai demam
Penyebab
• Kurang minum
• Diet banyak mengandung kalsium atau oksalat
• Kadar asam urat darah yang tinggi
• Sumbatan pada saluran kemih
• Riwayat keluarga menderita saluran kemih
• Pekerjaan banyak duduk/kurang aktifitas
• Faktor lingkungan
Diagnosa
Batu yang tidak menimbulkan gejala, mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis).
Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas.
Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil.
Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti.
Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu.
Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd.
Mencegah
• Minum banyak air (8-10 gelas sehari), dengan demikian urine menjadi lebih encer sehingga mengurangi kemungkinan zat-zat pembentuk batu untuk saling menyatu. Dengan minum banyak, air seni biasanya berwarna bening, tidak kuning lagi.
• Minum air putih ketika bangun tidur di subuh hari. Hal ini akan segera merangsang kita untuk berkemih, sehingga air seni yang telah mengendap semalam terganti dengan yang baru.
• Jangan menahan kencing, kecing yang tertahan dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat, atau terinfeksi saluran kemih. Urine yang pekat dan infeksi saluran kemih merupakan faktor pendukung pembentukan batu.
• Pola makan seimbang, berolahraga, dan menjaga berat badan agar tetap ideal.
PENGOBATAN
Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati.
Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu; jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera.
Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih.
Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih.
Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan.
Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.
Jumat, 11 November 2011
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DIARE/ ASKEP DIARE ANAK
DIARE
• Pengertian
Menurut Haroen N, S. Suraatmaja dan P.O Asdil (1998), diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja.
Sedangkan menurut C.L Betz & L.A Sowden (1996) diare merupakan suatu keadaan terjadinya inflamasi mukosa lambung atau usus.
Kamis, 10 November 2011
lirik lagu agnes monic - rindu
Lirik Lagu Agnes Monica Rindu Lyrics
selama aku mencari, selama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan
getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta padamu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta padamu
peluhku berjatuhan, menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
rindu ini telah sekian lama terpendam
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
rindu ini telah sekian lama terpendam
getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata yeah aku cinta
kepadamu ooh kepadamu ooh
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata yeah aku cinta
kepadamu ooh kepadamu ooh
anatomi sistem pencernaan
anatomi: anatomi sistem pencernaan: saluran pencernaan makanan menerima makanan dari luar dan mempersiapkan bahan makanan untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (mengunyah,menelan, dan penyerapan) dengan bantuan zat cair yang terdapat mulai dari mulut sampai ke anus. setiap sel dalam tubuh memerlukan suplai makanan yang terus menerus untuk bertahan hidup. makanan tersebut memberikan energi, mnambah jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak, dan untuk pertumbuhan.
fungsi utama sistem pencernaan adalah menyediakan zat nutrisi yang sudah di cerna secara berkasnabungan untuk didistribusikan kedalam sel melalui sirkulasi dengan unsur unsur air, elektrolit, dan zat gizi. sebelum zat gizi diserap oleh tubuh, makan harus bergerak sepanjang saluran pencernaan.
Makanan yang kita makan harus diubah terlebih dahulu menjadi benda cair agar dapat diserap (diabsorpsi). zat makanan tersebut mengalami perubahan kimiawi dan fisik sepanjang saluran pencernaan. zat makan merupakan sumber energi dari sel yang membentuk adenosin trifosfat (ATP) unuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam tubuh, unuk mempertahankan suhu tubuh, dan energi untuk bekerja dan bergerak.
Pembangunan sisa makanan dari metabolisme akan diekresikan melalui saluran akhir sistem pencrnaan dalam bentuk feses. Selain itu juga melalui paru-paru dan ginjal dalam bentuk karbon dioksida dan urine.
proses pencernaan
peristiwa yang terjadi dalam sistem pencernaan meliputi pergerakan makan,sekresi getah cerna,pencernaan,dan absorpsi.
1. pergerakan makan: mendorong isinya kedepan dengan kecepatan yang tidak sama, mencampur makanan dengar liur,dan membantu observasi dengan cara mendekatkan seluruh isi lumen ke permukaan saluran pencernaan dengan bantuan kontraksi otot polos dindng saluran pencernaan.
2. sekresi getah cerna:sekresi getah cerna ini dilakukan oleh kelenjar - kelenjar mulai dari mulut sampai ke ileum. Getah yang disekresikan antara lain air, elektrolit, dan bahan-bahan tertentu seperti enzim dan getah empedu (mukus).
3. Pencernaan: proses pencernaan adalah proses pemecahan secara mekanik dan kimia. Molekul-molekul besar yang masuk saluran pencernaan diubah menjdi molekul yang lebih kecil sehingga dapat diserap ole dinding saluran pencernaan.
4.Absorpsi: makanan yang telah mengalami perubahan dalam proses penyerapan hasil pencernaan dari lumen akan menebus lapisan epitel dan masuk ke dalam darah atau cairan limfe. permukaan saluran pencernaan bisanya tidak rata/ licin, tetapi berlekuk-lekuk sehingga menambah luas permukaan yang tersedia untuk absorpsi.
fungsi utama sistem pencernaan adalah menyediakan zat nutrisi yang sudah di cerna secara berkasnabungan untuk didistribusikan kedalam sel melalui sirkulasi dengan unsur unsur air, elektrolit, dan zat gizi. sebelum zat gizi diserap oleh tubuh, makan harus bergerak sepanjang saluran pencernaan.
Makanan yang kita makan harus diubah terlebih dahulu menjadi benda cair agar dapat diserap (diabsorpsi). zat makanan tersebut mengalami perubahan kimiawi dan fisik sepanjang saluran pencernaan. zat makan merupakan sumber energi dari sel yang membentuk adenosin trifosfat (ATP) unuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam tubuh, unuk mempertahankan suhu tubuh, dan energi untuk bekerja dan bergerak.
Pembangunan sisa makanan dari metabolisme akan diekresikan melalui saluran akhir sistem pencrnaan dalam bentuk feses. Selain itu juga melalui paru-paru dan ginjal dalam bentuk karbon dioksida dan urine.
proses pencernaan
peristiwa yang terjadi dalam sistem pencernaan meliputi pergerakan makan,sekresi getah cerna,pencernaan,dan absorpsi.
1. pergerakan makan: mendorong isinya kedepan dengan kecepatan yang tidak sama, mencampur makanan dengar liur,dan membantu observasi dengan cara mendekatkan seluruh isi lumen ke permukaan saluran pencernaan dengan bantuan kontraksi otot polos dindng saluran pencernaan.
2. sekresi getah cerna:sekresi getah cerna ini dilakukan oleh kelenjar - kelenjar mulai dari mulut sampai ke ileum. Getah yang disekresikan antara lain air, elektrolit, dan bahan-bahan tertentu seperti enzim dan getah empedu (mukus).
3. Pencernaan: proses pencernaan adalah proses pemecahan secara mekanik dan kimia. Molekul-molekul besar yang masuk saluran pencernaan diubah menjdi molekul yang lebih kecil sehingga dapat diserap ole dinding saluran pencernaan.
4.Absorpsi: makanan yang telah mengalami perubahan dalam proses penyerapan hasil pencernaan dari lumen akan menebus lapisan epitel dan masuk ke dalam darah atau cairan limfe. permukaan saluran pencernaan bisanya tidak rata/ licin, tetapi berlekuk-lekuk sehingga menambah luas permukaan yang tersedia untuk absorpsi.
Rabu, 09 November 2011
kehidupan saya
saya hari ini kuliah dari pagi sampe malam. hari ini saya mau jajan batagor mang eeng
Langganan:
Postingan (Atom)